Membandingkan nilai suatu produk (ditinjau dari nilai pakai)

Suatu produk dikatakan lebih bernilai dibandingkan yang lainnya disebabkan karena satu produk memiliki ketahanan dan fungsi atau fitur lebih dibandingkan dengan produk lainnya.

Jadi secara mudahnya, Bila produk A dengan harga yang lebih mahal dari produk B, produk A memiliki fitur yang sama persis dengan B dan ketahanan waktu pemakaian yang sama maka nilai produk B lebih baik.

Bagaimana mengetahui ketahanan produk?  Ini agak sulit dan perlu menanyakan kepada penjual produk (biasanya penjual lebih mengetahui ketahanan suatu produk secara umum).

Kadang produk yang ketahanannya rendah menurut penjual belum tentu akan mudah rusak karena misalkan suatu produk yang produk rusak mencapai 10% sebelum 1 tahun ada 90% yang bertahan.
(pengalaman penulis, penulis pernah sempat terheran heran dengan permintaan sseorang yang mencari produk yang notabene penulis tidak mau jual atau sarankan, ternyata produk tersebut yang dicari kembali oleh pemakai sudah bertahan 5-6 tahun [meski untuk produk tersebut memiliki defect rate diatas 5%])

Jadi bagaimana caranya membandingkan?

Cara termudah, dilihat dari masa garansi produk. Misalkan satu produk A berharga Rp. 150.000,- bergaransi 2 (dua) tahun dan produk B berharga Rp. 90.000,- bergaransi 1 (satu) tahun dan fiturnya sama (tanpa melihat bentuk dan tampilan) maka dapat dikatakan produk A lebih bernilai dibandingkan B karena produk A berharga Rp. 75.000,- untuk masa garansi 1 tahun.

Akhirnya dalam melakukan pembelian produk selain nilai (ekonomi) dari suatu produk adalah salah satu patokan, masih ada faktor lain seperti design (warna, bentuk) dan relasi serta kepercayaan akan layanan dari satu organisasi menjadi faktor dalam menentukan pilihan.