Mengapa PABX perlu didesain bukan hanya diprogram? (2)

Apa yang didesain dan mengapa?

Ada minimal 2 sampai 4 yang kami desain:
  1. Menetapkan extension di meja satu dan yang lain yang bersebelahan disuplai oleh card extension yang berbeda
  2. Menetapkan pembagian extension pada basic shelf yang ada CPU nya dibagi ke setiap lantai atau ruang dalam gedung itu
  3. Menyiapkan extension tertentu untuk dapat memperoleh sambungan line Telkom bila line adalah analog bukan SIP
  4. Menyiapkan program bila ada kerusakan pada mesin penjawab baik AA | DISA | VM
Mengapa?
Berturut-turut kami uraikan alasannya per nomor, sebagai berikut
  1. Agar jika ada satu card saja yang rusak tidak menyebabkan ruangan tersebut tidak bisa ditelepon dari ruangan lain
  2. Agar tiap lantai dapat dihubungi jika ada kerusakan minor pada expansion shelf atau salah satu card saja, alasan kurang lebih sama dengan point 1, bedanya kalau point 1 adalah untuk extension bersebelahan, desain yang ini untuk mencegah agar tiap lantai bisa tetap hidup jika ada kerusakan di card atau di expansion shelf dari PABX
  3. Ini hanya berlaku bila extensionnya adalah analog dan line Telkomnya juga analog outputnya (meskipun sudah fiber optic jaringannya)
  4. Agar bila ada kegagalan pada mesin penjawab telepon masuk masih dapat diterima dengan mengubah mode pada PABX
Desain nomor 1 selalu kami lakukan dari awal kami berusaha dalam bidang ini
Yang desain 2 dan 3, sudah kami lakukan 3 tahun terakhir, setidaknya secara konsisten kami kerjakan terutama bila instalasi kabel diconnect oleh kami secara langsung

Desain ke 4 akan kami segera kami lakukan untuk pekerjaan kami (Jafatelindo) mulai Nopember 2018 ini

Demikianlah kwalitas yang akan selalu kami tingkatkan untuk memberikan yang terbaik dan perlu didukung oleh semua pihak terkait.

Baca pula: yang biasa diprogram oleh pemasang dan programmer PABX